close

Penyebab Adsense Turun Drastis Pada Awal Tahun (CPC)

Posting Komentar

 

Google Adsense merupakan salah satu penyedia iklan yang paling banyak digemari para blogger dan youtuber. hampir seluruh blogger dan youtuber mendapatkan penghasilan dari iklan tersebut. Namun sangat disayangkan setiap awal tahun, Google Adsense selalu mengalami penurunan harga yang dikarenakan CPC (Cost Per Click) merosot dengan sangat drastis.hal ini disebabkan adanya liburan dan kantor perusahaan yang mengiklan kurang agresif untuk beriklan. ditambah wabah covid yang belum juga selasai menyebabkan sejumplah perusahaan menghemat anggaran untuk beriklan. Hal ini sangat berdampak pada pendapatan harian para blogger dari iklan itu akan menjadi kecil sekali.

Misalkan saja di bulan-bulan biasanya para blogger dan youtuber mendapatkan penghasilan 5 juta per bulan, maka awal bulan para blogger hanya mendapatkan penghasilan 2 juta saja. Itulah salah satu contoh dari dampak penurunan CPC Adsense.

berikut beberapa kemungkinan terjadinya penurunan CPC secara drastis

 

 

Image By: pexels.com


1. Menurunkan Anggaran Harian Untuk Iklan

Pihak advertiser tentu saja bebas dalam menentukan berapa besar anggaran iklan harian untuk dipasang. Dan biasanya mereka akan menurunkan anggaran harian untuk iklan pada awal tahun dikarenakan tidak ingin merugi. Misalkan yang biasanya sebesar Rp 2 juta sehari, maka pada awal tahun pihak advertiser menurunkannya menjadi Rp 1 juta atau Rp. 500 ribu saja per harinya.

Kondisi tersebutlah yang membuat iklan jarang tampil di situs-situs mitra Adsense. semakin sedikit jumlah iklan yang tampil maka semakin rendah pula harga lelang iklannya. Artinya, jikalau harga lelang iklan rendah, otomatis rendah pula harga CPC dari Adsense.

Harga CPC iklan yang menurun akan sangat berdampak kepada penghasilan para blogger. Meskipun visitor blog pengguna sangat banyak, namun jika harga CPC-nya sangat rendah. Maka akan rendah juga pendapatan seorang blogger. Intinya, harga CPC-lah yang sangat menentukan penghasilan seorang blogger.

Contohnya seperti ini, misalkan saja anda mendapatkan 300 klik iklan dengan harga CPC senilai Rp.2. Dengan itu anda akan mendapatkan penghasilan sebesar Rp 600 saja. Tidak heran jika banyak para blogger yang mengeluh mengenai hal ini.

 

Kasus tersebut lain cerita jika harga CPC-nya senilai Rp 500, dan mendapatkan 300 klik iklan. Otomatis pengguna akan mendpapatkan penghasilan Rp150 ribu per harinya. Akan tetapi, menurunnya harga jual CPC Google Adsense biasanya hanya berlangsung beberapa bulan saja di awal tahun dan akan menjadi normal seperti biasanya di bulan-bulan berikutnya.

 

2. Menurunkan Harga CPC

Selain menurunkan anggaran iklan harian, para advertiser juga bisa saja menurunkan max CPC bid dari iklan yang dipasang.

Max CPC bid sendiri artinya adalah harga maksimal yang siap mereka bayar untuk setiap terjadinya klik dari iklan yang dipasang. Misalkan di bulan-bulan biasa mereka menentukan harga max CPC Bid sebesar Rp 1000, dan mungkin saja pada awal tahun mereka akan menurunkan harga tersebut menjadi Rp 300 saja, sehingga nilai CPC Google Adsense yang diterima oleh para blogger juga turut menurun drastis. Sayangnya hal itu akan berdampak pada penghasilan para blogger yang juga turut menurun.

 

3. Menonaktifkan Promosi Iklan

Tiap-tiap Advertiser mempunyai kemungkinan untuk menonaktifkan promosi iklan pada awal tahun. Jika demikian, maka hal itulah yang menyebabkan CPC Adsense para blogger menurun drastis.

Perlu diketahui selain Adsense, perusahaan Google juga memiliki program lain yang dinamakan Adwords.

Adwords sendiri adalah program pengiklan yang biasanya digunakan para advertiser untuk mempromosikan produknya. Iklan yang dipromosikan di Adwords akan muncul di blog atau situs pengguna yang terdaftar di Adsense. Dengan program ini, pihak advertiser juga bebas menentukan anggaran harian, max CPC bid, dan bahkan sangat leluasa untuk menonaktifkan promosi iklan kapan pun.


Fenomena menonaktifkan promosi iklan biasanya terjadi pada awal tahun, karena pihak advertiser akan menekan pengeluaran sebisa mungkin hingga menemukan bulan-bulan yang pas untuk beriklan. Sementara Januari dan Februari kemungkinan merupakan bulan yang tidak pas untuk melakukan promosi, terlebih pengeluaran pada akhir tahun (Desember) sangat membengkak. Adapun jika mereka memilih tetap melakukan promosi seperti biasanya di awal tahun, maka pengeluaran anggaran akan semakin membesar dan ditakutkan hal itu akan membuat rugi perusahaan.

Oleh karena itu, semakin banyak advertiser yang menonaktifkan iklannya, maka akan semakin menurun nilai CPC Adsense yang diterima oleh para blogger.


Related Posts

Posting Komentar

Advertisement